Hari Ini Buruk, tapi Kau di Sisiku
Bukti abdi nan tulus bagi seorang insan
Saku di sisi kiri tak pernah melompong
Sedang saku di kanan hanya terisi sepertiganya
Ah, betapa menggilakan nafsu dunia ini
Membawanya mabuk semabuk-mabuknya
Pulangkan ia sehari saja
Maka akan ia tumpahkan segala beban pikiran, rasa cemas, dan kepatahhatian
Menenggelamkan diri dalam pelukmu
Hanyut terbawa kasih dan sayang
Sungguh menentramkan hanya dengan dibayangkan, bukan?
Makan pagi ditemani sepiring canda
Makan malam berlaukkan cerita
Tak semua meja makan menghidangkan menu ini
Tapi di mejanya, semua terhidang rapi setiap hari
Empat kursi disusun berhadapan
Bersemayam di atasnya sanak famili
‘Ini lebih dari cukup’ gumamnya
Tiba saatnya kembali ke papan persegi
Mata yang sembab kemarin, kini tak tampak lagi
Seorang pria berkata: mari membuka lembar baru meski masih di buku yang sama
Baik, kelak ia turuti maunya
Demikian pekan kemarin, selamat datang hari Senin
© Copyright 2025 by Ulfyana Rhosyida. All rights reserved.

0 comments:
Posting Komentar
Tulis komentar kamu di sini, ya ^^